Home / Cerita Berbagi Skhola / *Merangkai Komitmen di Skholatanpabatas*

*Merangkai Komitmen di Skholatanpabatas*

“Skholatanpabatas”, sebuah nama yang unik, sebuah nama yang dengan mendengarnya kita ingin lebih gmengenalnya. Awal Januari 2018, saya diberi kesempaatan untuk mengenal skhola tanpa batas, yang merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi saya, yaitu dengan panggilan mengikuti rangkaian acara open recruitmen relawan skhola tanpa batas yang merupakan persyaratan untuk menjadi “the real volunteer” skholatanpabatas.

Ahad, 7 Januari 2018 pukul 09.00 kegiatan tersebut dilaksanakan. Para peserta dibagi dalam 3 kelompok di tiga tempat berbagi yang berbeda. Kebetulan saya ditempatkan di Perumahan Mangga Tiga Permai. Untuk kali ini, berangkat lebih awal tidak menjamin tiba tepat waktu, lumayan susah mencari alamat dengan nonor yang tidak beraturan. Beruntung ada teman yang sudah tiba lebih dulu, sehingga lokasinya lebih mudah ditemukan. Sesampai di alamat tersebut tidak ada tanda-tanda lokasi skhola, hal itu membuat saya kembali berputar-putar di daerah tersebut. Sampai kemudian terlihat spanduk Skholatanpabatas di lantai dua salah satu rumah.

Kedatangan saya disambut salah seorang relawan yang ternyata satu fakultas di universitas. Dari 11 orang yang ditentukan di lokasi tersebut, hanya 2 orang yang tiba di lokasi, termasuk saya sendiri. Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, jumlah peserta tidak bertambah maka dilaksanakanlah skhola conference.

Selanjutnya kami dibimbing untuk melakukan skhola conference, sebuah kegiatan observasi ruangan belajar dan apa yang perlu dibenahi dari ruangan belajar tersebut. Dari tanya jawab yang dilakukan, kendala yang ditemukan adalah anak-anak yang hadir selalu terganti, kadang bertambah dan kadang sangat kurang. Selain itu, anak yang hadir terdiri dari beragam usia, mulai yang belum sekolah sampai yang sudah kelas tinggi. Ternyata hal inilah yang menjadi tantangan kami apa bila diterima sebagai relawan. Tantangan bagaimana menemukan strategi tepat yang diterapkan untuk berbagi dengan anak dengan beragam usia dalam satu ruangan dan bagaimana anak-anak betah dan konsisten untuk hadir. Kondisi tersebut ternyata juga dialami oleh tempat berbagi yang lainnya.

Sesi selanjutnya adalah sesi wawancara yang dilaksanakan di sekretariat Skholatanpabatas. Dalam wawancara ini, hal yang di tanyakan meliputi alasan yang melatar belakangi mengapa kita tertarik untuk bergabung di Skholatanpabatas dan sejauh mana komitmen yang bisa kita berikan untuk Skholatanpabatas. Sesi ini di akhiri dengan bincang-bincang hangat seputar Skholatanpabatas dengan koordinator/pendiri Skholatanpabatas.

Dari sinilah saya memperoleh pelajaran penting yaitu, berbagi di Skholatanpabatas adalah bagaimana kita belajar bukan sekedar mengajar dan inti dari menjadi relawan bukan tentang bergabung menjadi relawan, tetapi bagaimana para relawan bisa menjaga komitmen.   Demikianlah cerita yang dapat saya sampaikan tentang Skholatanpabatas kali ini. Semoga langkah kedepannya lebih dimudahkan.

 

Penulis Mukarramatul Amriani 

About Skholatanpabatas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*